What Are You Looking For?

Gluthatione (GSH), Peran Pentingnya pada Penderita Penyakit Mata, Telinga, Hidung, Tenggorokan (THT) dan Gigi

Gluthatione (GSH), Peran Pentingnya pada Penderita Penyakit Mata, Telinga, Hidung, Tenggorokan (THT) dan Gigi
Kesehatan Invalid date 324 Views

Sangat penting diketahui bahwa glutation  penting seperti dalam fungsi normal dari  mata. Beberapa penelitian awal terhadap peran Gluthatione (GSH) pada pencegahan katarak dan GSH telah diketahui secara relatif dikalangan para ahli mata. Ahli THT dan dokter gigi baru-baru ini mengetahui akan peran glutation terhadap penyakit yang mereka obati. Anggapan kritis terhadap peran GSH pada tubuh menjadi antioksidant alamiah sangat penting berperan mendetoksifikasi terhadap substansi lingkungan secara menyokong kemampuan sistem ini.

Oftamologi
Katarak, adalah: keadaan berkabut (opifikasi) yang terjadi pada lensa mata. Katarak sering menyebabkan keadaan abnormal pada mata dan mengganggu fungsinya pada mata tua dan lebih dari satu juta operasi setiap tahun di USA. Lensa mata seolah-olah terdiri dari jaringan sederhana. Bagian transparan ini merupakan bagian dari mata yang bekerja mengarahkan cahaya ke retina, yang mengatur perubahan ukuran bentuknya.

Para ahli percaya bahwa kerusakan/gangguan apapun pada mata, tidak masalah berapa kecilnya memperbesar proses opifikasi (kekeruhan pada lensa). Hal ini biasanya diakibatkan dari perlukaan tubuh, terpapar oleh radiasi ionisasi. Kerusakan bertambah bila terus menerus dan lensa mulai keruh. Stres oksidatif memainkan peranan dalam proses penuaan lensa, sehingga antioksidant sangat penting dalam melawan dan mencegah terjadinya katarak.

Peneliti MA. Babizhev di Rusia mengukur penurunan produksi kadar peroksidase lipid sebagai penyebab terjadinya katarak. Ia mengemukakan bahwa keadaan katarak yang makin memburuk, menunjukan peningkatan stress oksidatif. Peneliti lain dari Italia dari Universitas of Bari telah selangkah lebih maju dan menunjukan bahwa orang dengan katarak kehilangan GSH sebanding dengan peningkatan penurunan produk peroksidasi lipid. Hal ini diketahui/bermakna bahwa katarak yang mengenai manusia bermakna signifikant, terjadinya proses oksidasi yang luas pada protein lensa.

Bersamaan dengan pemikiran ini, peneliti melakukan percobaan pada penderita katarak dengan menstimulasi mereka dengan bermacam bahan kimiawi. Mereka mendapatkan bahwa pembentukan katarak dapat dihambat atau dicegah oleh peningkatan kadar GSH. Pada kenyataannya, kunci penghambat bagi lensa untuk melawan proses oksidasi adalah glutathione. Ahli kawakan dalam bidang GSH, Allen Meister dan timnya dari Universitas Conwell di New York menggunakan obat BSO untuk menghabiskan kandungan glutation pada mata di laboratorium hewan, sesudah itu hewan tersebut mengalami katarak. Kelompok Meister berusaha mencegah pembentukan katarak dengan mengulangi pembentukan kadar glutation dengan GSH monoester dan menganjurkan cara ini karena efektif menghambat pembentukan katarak.

Penderita diabetes cenderung mengalami katarak daripada yang tidak, tim Altomary dari Italia mengukur status kadar glutathione pada lensa dari 4 kelompok pasien penderita diabetes dengan atau tanpa menderita katarak dan kelompok non diabetik dengan atau tanpa menderita katarak. Seperti yang diduga kedua kelompok katarak menunjukan gangguan pertahanan glutathione, namun kelompok dengan diabetes menjadi lebih buruk dalam kasus ini.

Degenerasi Makular
Degenerasi makular adalah kehilangan secara progresif penglihatan disebabkan kerusakan makula, bagian dari retina yang berespon untuk penglihatan yang baik. Degenerasi makula seiring dengan usia (ARMD) adalah penyebab utama kehilangan kemampuan penglihatan pada usia diatas 65 tahun .Meskipun kerentanan penyakit ini mungkin lebih dominan secara genetik, faktor-faktor pendukung yang dapat memperburuk seperti merokok dan atherosklerosis. Penyakit ini adalah akibat langsung dari radikal bebas yang terakumulasi terutama terpapar oleh oksidatif stress juga memainkan peranan.

Semakin tua umur seseorang secara umum mempunyai kadar GSH yang rendah, mereka mempunyai predisposisi untuk mengalami kerusakan akibat stress oksidatif. Peneliti telah menunjukan bahwa penurunan kadar GSH yang terjadi pada mata yang kurang sehat pada pasien dengan ARMD dibandingkan dengan kelompok normal kontrol. Peneliti telah mengadakan pemeriksaan fungsi glutathione sebagai antioksidant di seluruh tubuh daripada pasien yang menderita degenerasi makular.

SM Cohen dan timnya pada Universitas California, perubahan aktivitas GSH pada sampel darah dari pasien penderita degenerasi makular. Tampak bahwa kadar GSH yang tinggi sesuai dengan keadaan mata yang sehat dan menunjukan kemampuan peran daripada GSH dalam melawan atau menghambat proses penyakit ini.

Glaukoma
Glaukoma adalah suatu kondisi serius pada mata dimana terjadi peningkatan tekanan dalam bola mata. Banyaknya tekanan memadatkan dan mengobstruksi pembuluh darah kecil dalam mata. Kerusakan ini terjadi didaerah sekitar mata, yang terpenting adalah mengenai saraf-saraf optik. Glaukoma adalah salah satu penyebab hilangnya kemampuan penglihatan. Glaukoma menjadi biasa seiring bertambahnya usia, ditemukan pada beberapa keluarga bersamaan dengan diabetes, hipertensi dan penderita Myopia. Pengobatan tradisional bertujuan mengurangi tekanan pada bola mata baik dengan operasi atau obat-obatan.

Ahli dari Rusia A.L.Bunin,A.A Filira dan V.P Erichov mengukur kadar GSH pada mata dari 100 pasien sehabis operasi dalam beberapa waktu. Penurunan kadar GSH telah ditemukan pada pasien penderita katarak dan pada pasien dengan glaukoma terbuka. Mereka mengamati jatuhnya kondisi ini dapat mempercepat peningkatan penyakit dan menunjukan pembentukan kembali GSH dapat membantu mencegah atau menghambat proses ini dan dengan menggunakan obat tradisional seperti suplement lipoic. Universitas Harvard telah menginvestigasi perbedaan GSH berhubungan dengan peningkatan aliran cairan dari dalam bola mata dan dengan bersamaan mengurangi tekanan.

Pada pemakaian obat kombinasi dengan bentuk salep yang mengandung asam, mereka menemukan bahwa cysteine semuanya bermanfaat bagi tekanan pada bola mata anda dan menghilangkan efek samping dari pemakaian obat-obatan,

Glutathione (GSH) pada saluran nafas atas
Hidung, mulut dan tenggorokan membentuk sistem saluran nafas bagian atas. Semua makanan yang kita makan, cairan yang kita minum dan udara yang kita hirup melalui saluran ini. Kegunaan peran GSH pada saluran nafas bagian bawah telah diketahui.

Sejak saluran bagian atas sebagai bagian terdepan dalam berhubungan dengan lingkungan luar, tampaknya glutathione telah melindungi kita melawan berbagai xenobiotik (infeksi dan racun). Saluran pernafasan atas diliputi cairan yang terdiri campuran komplek biokimiawi dan sistem pertahanan tubuh yang disebut : Respiratory Tract living Fluid (RTLF). Glutathione adalah antioksidant utama pada cairan ini dan sebagai pemelihara awal pertahanan tubuh melawan racun. Institusi seperti Institusi Inhalen dan Toksikologi Research Institute di Albuquerque New Mexico telah memulai penelitian peran aktivitas antioksidant enzim pembentuk dalam dan TLF pada tahun 1990-an.

Baru-baru ini penelitian yang terperinci sedang dilakukan oleh Universitas California pada peran antioksidant dalam cairan ini. Pengaruh penelitian ini hanya diutamakan pada pentingnya glutathione pada cairan yang terdapat pada saluran pernafasan yang melindungi kita dari xenobiotik dan infeksi. Pada kasus berat atau penyakit-penyakit lama kadar GSH ini dapat habis dan memungkinkan penyakit menjadi meningkat dan lebih jauh menyebabkan komplikasi. N.S.Khrisna dan timnya dari Universitas Kentucky melemah seiring pertambahan usia terutama lebih cepat pada laki-laki daripada wanita.

B.Testa dan M.Merolela dari Institute Otolaringology, Universitas Naples, menggunakan spray yang mengandung GSH pada penelitiannya. Hasil statistik dari percobaan ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan obstruksi nasal, rhinorea dan telinga berdengung. Lapisan pada hidung adalah satu dari beberapa jaringan pada tubuh manusia yang dengan mudah menyerap glutathione. Banyak jaringan hanya kerja menggunakan produksi glutathione sendiri dari bahan dasar pembentuk glutathione.

Sinusitis
Peradangan atau infeksi pada sinus kavitas tulang wajah adalah salah satu dari banyak masalah orang datang berobat ke Dokter. Sebanyak 50 juta orang Amerika terserang  masalah ini setiap tahunnya. Penyebab tersering dari sinusitis adalah bakteri atau infeksi virus, reaksi alergi dan terhambatnya aliran lendir. Kebanyakan pengobatan ditujukan untuk mencegah serangan infeksi lainnya atau meningkatnya aliran lendir dari sinus. Ruangan sinus seperti dekat kepala, dibelakang dahi, bagian hidung dan pipi.

Dokter telah lama menggunakan obat NAC untuk pengobatan penyakit pengentalan sekret paru-paru (Cystic fibrosis,bronkhitis kronik). Hal itu sering digunakan untuk masalah pernafasan atau seperti sinusitis. NAC melisiskan sekret dan meningkatkan kadar glutathione pada waktu bersamaan. Peneliti dari Amerika, Italia, Perancis, Korea dan Skandinavia telah mempelajari kemajuan NAC dan antioksidant lainnya didalam pengobatan sinusitis. Kelompok Amsterdam yang dipimpin oleh GJ. Westerveld menunjukan bahwa kadar glutathione menurun selama sinusitis kronik. Mereka menyimpulkan bahwa penurunan ini bagian dari penurunan pertahanan secara umum yang mana berakibat keadaan lebih buruk.

Infeksi telinga
Infeksi pada telinga tengah adalah penyebab tersering penyakit terutama pada anak-anak. Ini sering disebabkan oleh kombinasi dari pembentukan cairan pada telinga tengah dan infeksi. Faktor pencetus yang seringkali oleh infeksi virus, namun lebih sering disebabkan oleh superinfeksi oleh bakteri. Pengobatan selama ini yang dipakai adalah dengan antibiotika namun para dokter saat ini enggan untuk meresepkan obat ini secara berlebih terutama untuk infeksi telinga. Obat-obatan yang mengandung dekongestan dapat membantu mengalirkan sekret dari telinga tengah, melalui saluran Tuba Eustachii terus ke tenggorokan. 

Banyak dan banyak lagi bukti yang menunjukan peran dari radikal bebas berpengaruh terhadap pembentukan inflamasi yang menyebabkan infeksi pada telinga tengah. Pengujian terhadap kadar GSH pada jaringan ini bahwa perubahan yang sesuai dengan proses infeksi atau inflamasi pada bagian ini.

Para peneliti telah menguji akibat dari 2 cara peningkatan kadar GSH secara topikal dan mukus dan mendapatkan efektivitas dari 2 jalan tersebut untuk menghadapi stress oksidatif pada jaringan tubuh. Pasien dengan infeksi pada telinga tengah sering ditangani dengan menempatkan saluran melalui gendang telinga untuk mengalirkan sekret yang terakumulasi dan mencegah infeksi selanjutnya. Tindakan ini bisa berhasil dilakukan namun menimbulkan masalah lain. Reaksi terhadap gangguan ini dilakukan oleh benda asing yang mana tubuh akan meningkatkan proses inflamasi. Prosedur penanganannya adalah dengan cara mendorong pemasukan oksigen tinggi ke telinga tengah. Kedua faktor ini berperanan penting dalam pembentukan lapisan sel pada telinga tengah yang berperanan penting dalam pembentukan scar dan fibrosis.

T.Oversen dan timnya dari ENT peneliti dari Universitas Aurkus di Denmark menanam cairan NAC melalui pipa kecil. Obat-obat ini mengurangi inflamasi dan mencegah jangka panjang pembentukan scar (jaringan parut) yang biasanya menyertai kondisi ini.

Tuli dan kehilangan pendengaran
Hampir 30 juta penduduk Amerika utara mengalami gangguan kehilangan pendengaran dan kebanyakan sulit kembali pada keadaan semula, hampir 1/10 mengalaminya. Satu persen dari penduduk kami tidak lagi mempunyai kemampuan mendengar dan diperkirakan tuli. Hampir 1/3 dari individu yang berusia 65 tahun mempunyai kesamaan bentuk kehilangan pendengaran dan angka ini terus meningkat seiring pertambahan usia.

Banyak faktor penyebab kehilangan pendengaran, yang secara luas dikategorikan menjadi 2: Kehilangan pendengaran yang disebabkan oleh masalah mekanis pada telinga tengah atau saluran luar telinga dan Kehilangan pendengaran secara sensori neural, yang merupakan masalah pada telinga dalam atau saraf auditorius. Kategori selanjutnya adalah mungkin disebabkan oleh unsur didalam cochlea. Organ penting dalam pendengaran atau saraf yang merusak sistim saraf itu sendiri. Penyebab lain kehilangan pendengaran termasuk trauma fisik, terpapar kebisingan terus menerus, infeksi, tumor dan keganasan, obstruksi saluran pada telinga, cacat genetik, racun dan obat-obat, bermacam-macam penyakit saraf dan proses penuaan secara umur.

Terpapar bising
1/3 dari krisis yang ada disebabkan oleh karena terpapar oleh bunyi gaduh/bising. Ini terutama sekali seperti disangka karena kasus banyak yang dapat dihindarkan. Semua itu merupakan pengobatan yang sesuai. Para remaja seringkali menyukai dan merusak batas kebisingan. Pencegahannya dengan menggunakan penyumbat telinga, lalu turunkan volume suara. Orang-orang yang bekerja pada lingkungan yang bising dan yang suara dengan kebisingan sangat riskan terhadap pendengaran mereka.

Kebanyakan dari kita mempunyai pengalaman terpapar dengung, sering atau desisan pada telinga kita sehabis kita menonton suatu konser atau dekat dengan pembangunan jalan. Pendengaran seringkali berkurang (menurun) untuk sementara waktu. Ini dapat terjadi beberapa menit atau hari dan biasanya akan kembali kekeadaan normal. Keadaan ini disebut ”Temporary threshold shift” dan disebabkan oleh kerusakan pada rambut-rambut sensitif yang terdapat dalam cochlea, organ berbentuk spiral pada telinga tengah. Keras berulang-ulang atau terlalu lama terpapar oleh bising yang berlebihan dapat merusak sel saraf rambut ini dan mengakibatkan kerusakan pendengaran.

Yang cukup menarik, cochlea dapat terlatih dengan baik menahan ambang bising dan terhindar dari kerusakan. Ini dikenal dengan istilah ”Sound comnditioning” atau”toughhony”. Memperlengkapi telinga keambang bising rendah sebelum ambang batas bising yang tinggi yang rupanya untuk melindungi dari kehilangan fungsi pendengaran. Peneliti pada Albert Einstein College di New York menguji menemukan perubahan biokimiawi dalam memelihara suara. Mereka melihat bahwa beberapa enzim yang meningkat kadar GSH atau mengapa glutation pada proses reduksi yang distimulasi oleh terpapar bising rendah. Ini menunjukan bahwa apapun perlindungan atau peningkatan sistem glutathione dalam cochlea juga melindungi terhadap kebisingan yang menyebabkan hilangnya pendengaran.

Sekelompok tim peneliti pada Kresge Hearing Research Institute di Universitas Michigan mengungkapkan bahan kimia dapat menghabiskan kadar glutathione dengan menggunakan obat BSO, dengan hasil bahwa kebisingan menyebabkan kehilangan pendengaran yang sangat besar. Tim yang sama akan meningkatkan kadar GSH dengan OTC dengan akibat kehilangan pendengaran diperkecil. Dr.Dennim Mclorde dari kantor pada penelitian NAVAL di Arlington, Virginia, menyimpulkan pemberian antioksidant secara langsung ke dalam cochlea melalui pipa kecil dapat mencegah kerusakan permanen berikutnya yang diakibatkan dari kebisingan suara. Pengobatan seperti ini harus dilakukan 6 jam secara terbuka. Penelitian lain menunjukan bahwa para pekerja dengan terpapar kebisingan lebih lama akan memperoleh lebih lama manfaat dari kenaikan kadar glutathione.

Kehilangan pendengaran yang disebabkan oleh obat dan racun
Terpapar oleh berbagai macam bahan-bahan kimia akan menimbulkan masalah pada saraf-saraf sensorik yang akhirnya akan menimbulkan kehilangan pendengaran. Termasuk diantaranya penicillin dosis tinggi, beberapa macam antibiotik, beberapa obat-obatan diuretika (obat-obat dosis tinggi), quinine, dan beberapa agen-agen khemoterapy.

Salah satu bahan khemoterapy itu adalah: Cisplatin, yang merupakan obat kanker yang dapat merusak saraf auditorius (sel saraf pendengaran). Para peneliti telah menunjukan kerusakan ini disebabkan oleh radikal bebas yang ada dalam jaringan. Penelitian dengan menurunkan kadar GSH menunjukan peningkatan kerusakan dengan meningkatkan GSH menurunkan kerusakan. Nampaknya dengan meningkatkan kadar glutathione dapat melindungi pasien dari dua masalah pada pendengaran dan kerusakan ginjal yang mungkin disebabkan dari pengobatan.

Penelitian serupa juga dilakukan terhadap antibiotik, aminoglikosida (gentamisin, Kanamisin, amikasin dan lainnya), dan obat-obat diuretik (lasix, furosemid dll).Tim peneliti dari USA (universitas Michigan, Universitas Southern Illinois), Jepang(RSU Hiroshima), dan Jerman (Universitas HNO) telah menunjukan bahwa penggunaan subtansi untuk meningkatkan aktivitas glutathione dapat melindungi dari efek yang menyebabkan kehilangan pendengaran yang diprovokasi oleh obat-obatan. Dr.C.P.Maruzi dari Houston Centre juga memberi kesan bahwa ketulian yang disertai meningitis akut mungkin juga disebabkan oleh radikal bebas dalam jaringan yang mengalami peradangan dimana antioksidant akan mencegah peroksidasi lipid pada saraf auditorius akan melindungi pasien.

Ilmu Kedokteran gigi
Masih sedikit kenyataan/fakta yang diketahui oleh para dokter, namun banyak sudah pengetahuan pada dokter gigi pada gigi dan penyakit periodontal (gusi) yang merupakan penyakit terbanyak di Amerika.  Sangat penting juga diketahui, baru-baru ini diketahui penyakit yang menyerang periodontal dapat menyebabkan dan mendorong penyakit sistemik yang lebih sering  oleh kurangnya perawatan kebersihan mulut. Robert Genard, kepala editor dari Journal of Periodontal mengatakan ”Sangat jelas sekali bahwa penyakit gusi jauh dari hanya  sekedar masalah kesehatan mulut”.

Yang sesungguhnya menggambarkan kesehatan yang berarti untuk berjuta-juta manusia. Ini melebihi masalah pada senyawa yang tidak menarik dan nafas busuk, infeksi dan racun yang terdapat dalam mulut berhubungan dengan penyakit jantung, stroke, bakteremia, infeksi prostat, diabetes, infeksi paru-paru, gangguan pertumbuhan janin dan penyakit sistemik lainnya ”Dr.Charles Mayo, pendiri Klinik Mayo mengakui dengan mengatakan “Pencegahan terhadap masalah gigi dapat memperpanjang usia harapan hidup 10 tahun”. Salah satu penelitian yang menarik dari seluruh penelitian adalah veteran administration normative aging study di Boston.

Mereka mengikuti perkembangan kesehatan dari luar lebih dari 1000 pria, sejak tahun 1960-an. Yang mana dimulai dari pria yang menunjukan gejala masalah pada gusi menunjukan kecepatan dua kali mengalami kematian lebih besar dari yang menderita  jantung daripada mereka yang gusinya sehat. Pada konferensi yang baru-baru ini diadakan, Dr.Raul Garcia salah satu dari peneliti, menyatakan ”hilangkan penyakit pada gusi, bersihkan dengan alat dental floss atau mati”. Banyak hubungan yang terjadi antara proses infeksi dan inflamasi (peradangan) dari periodontitis dari turunan radikal bebas. Peneliti diharuskan untuk mengamati apa(kah) peningkatan glutathione akan melawan pembentukan radikal bebas dan mendukung pertahanan sistem imun. Mereka telah mengembangkan pasta gigi dengan precursor glutathione. Penggunaan secara langsung ke jaringan akan melawan penyakit/masalah ini.

Para ahli mempelajari mata yang telah lama mengenal glutathione sangat penting sebagai antioksidant okuler. Penggunaan praktis telah dikembangkan sebagai pencegahan dan pengobatan penyakit seperti katarak dan degenerasi makula. GAH mempunyai 3 peranan penting pada saluran pernafasan. GSH berguna untuk menekan pembentukan radikal bebas, menetralisir xenobiotik lingkungan dan memperkuat system imun yang memberikan kita kelengkapan untuk menghadapi iritasi jalan nafas dari polusi, sinusitis, otitis, dan infeksi lainnya dan proses inflamasi dari telinga, hidung dan tenggorokan.

Penggunaan lama NAC dalam penyakit paru-paru, para dokter sekarang ini juga mengikuti penggunaannya dalam pengobatan penyakit THT. Aplikasi klinik yang menarik dari peningkatan GSH adalah pengobatan dan pencegahan bising suara yang mengakibatkan kehilangan kemampuan pendengaran seperti yang biasa disebabkan oleh bermacam-macam racun obat.

Yang paling penting dalan dunia kedokteran gigi dalam perawatan maksimal baru-baru ini sangat diakui. Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan periodontal adalah faktor resiko untuk terjadinya penyakit jantung, stroke dan penyakit sistemik lainnya. Meningkatkan kadar glutathione adalah bagian terpenting dalam program kebersihan mulut.


Be Everlasting with Glutera

Unleash The Beauty Within

Brighten Up Your life