Glutera Indonesia

Glutathione (GSH) merupakan antioksidan yang diproduksi secara alami oleh tubuh. Ada banyak manfaat Glutathione (GSH) yang penting bagi kesehatan, di antaranya mencegah kerusakan sel tubuh, memperbaiki sel dan jaringan tubuh yang rusak, serta menunjang sistem kekebalan tubuh.

Glutathione (GSH) diproduksi oleh hati dan sel-sel saraf di otak. Zat yang bersifat antioksidan ini terbentuk dari 3 jenis asam amino, yaitu L-cysteine, glycine, dan L-glutamate. Selain dihasilkan secara alami oleh tubuh, Glutathione (GSH) juga bisa diperoleh dari makanan tertentu atau suplemen.

Produksi Glutathione (GSH) berkurang
Glutathione (GSH) sebenarnya dapat diproduksi oleh tubuh secara alami. Namun, seiring bertambahnya usia, produksinya akan berkurang mulai usia 25 tahun dan tinggal 50% menjelang usia 40 tahun.

Peran Glutathione (GSH) sangat dibutuhkan untuk menjaga fungsi kerja limfosit, yaitu salah satu jenis sel darah putih yang berperan dalam memerangi bakteri dan virus. Pasalnya, limfosit termasuk sel yang rentan terhadap radikal bebas, sementara Glutathione (GSH) merupakan antioksidan yang sangat ampuh melawan radikal bebas di dalam sel.

Tak hanya itu, Glutathione (GSH) juga dapat memaksimalkan penggunaan vitamin C dan E di dalam tubuh, membantu pengeluaran zat-zat beracun, dan memperlambat proses penuaan baik pada kulit maupun organ tubuh lainnya. Glutathione (GSH) juga bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga membuat Anda tidak mudah sakit. Tak hanya pada orang yang sehat, manfaat Glutathione (GSH) ini juga baik untuk mendukung sistem imunitas tubuh pada penderita penyakit tertentu, seperti HIV/AIDS dan kurang gizi.

Sistem imunitas tubuh dan Gutathione (GSH)
Glutathione (GSH) berperanan setara dalam fungsinya pada sel imunitas tubuh kita. Dr. Gustavo Buonos, seorang ahli dalam Glutathione (GSH), mengatakan faktor pembatas dalam aktivitas yang tepat pada sel-sel limfosit adalah kemampuan dari fungsi Glutathione (GSH). Ini sangat jelas mencolok sekali sebagai contoh pada penyakit HIV yang disebabkan oleh AIDS. Pada dasarnya penyakit AIDS terjadi disfungsi sel T.secara khusus pasien mengalami kadar Glutathione (GSH) yang rendah dan teristimewa dari jumlah sel T Glutathione (GSH) yang menurun. Beberapa penelitian menunjukan kadar Glutathione (GSH) dapat memprediksi pasien AIDS dengan terjadinya kesempatan hidup dan kualitas hidup. Peningkatan kesehatan dan aktivitas sel-sel imun tergantung pada kemampuan Glutathione (GSH).

Suatu eksperimen dengan mengurangi Glutathione (GSH) telah mengurangi beberapa kemampuan sel tersebut untuk menghadapi bakteri patogen dan membuka kesempatan untuk masuknya penyakit. Pada banyak penelitian kadar Glutathione (GSH) intraselular pada limfosit secara langsung sesuai dengan keefektifan deri respon imun. Dengan kata lain, Glutathione (GSH) adalah suatu jenis makanan untuk sistim immunitas tubuh.

Pada beberapa penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, SLE dan proses penuaan, peran sel T limfosit menunjukan kelemahannya dalam menghadapi antigen. Pada penambahan didalam kondisi inflamasi kronis telah dihubungkan dengan kadar serum yang rendah dan konsenterasi Glutathione (GSH) pada sel darah merah.

Sel limfosit menyerang bakteri patogen dengan menurunkan secara kuat proses oksidasi kimiawi seperti peroksida dan melindunginya melawan proses kimiawi ini dengan menetralkannya dengan Glutathione (GSH). Limfosit juga harus memperbanyak diri (replikasi) diri sendiri terus menerus dalam menjalankan tugasnya untuk menghadapi berbagai serangan populasi antigen. Ini mengharuskan menggunakan O2 dan melepaskan O2.

Dalam tugasnya memperbanyak efisiensi Glutathione (GSH) sekali lagi untuk menghindari efek dari proses oksidasi.Dalam menghambat infeksi menggunakan Glutathione (GSH) dengan dua cara dengan menggunakan secara stabil radikal bebas dan juga meningkatkan sel-sel imunitas. Ini jelas pada kasus infeksi akut seperti pneumonia bakterial, kasus infeksi kronik seperti hepatitis C atau AIDS, secara nyata terjadi pengurangan Glutathione (GSH). Penelitian terakhir telah menunjukan bahwa peningkatan Glutathione (GSH) memungkinkan sistim imunitas menunjukan keefektifan infeksi ini.

Dr. Buonous beserta tim dari Universitas McGillnya mengukur respon imun didalam laboratorium dimana hewan yang mengkonsumsi isolate whey protein yang kaya akan bahan dasar. Kedua hewan ini menunjukan kadar Glutathione (GSH) intraselular yang tinggi dan respon yang tinggi terhadap tantangan imun. Yang menarik lagi, dengan memakan makanan yang sama yaitu cysteine yang diperkaya casein tidak bermanfaat untuk efek yang sama.

Aktivitas perlindungan dari Glutathione (GSH) dua kali lipat-yang meliputi aktivitas sel-sel imunitas dan juga fungsi sebagai antioksidant jelas bersamaan. Beberapa yang menakutkan dari antibiotik, resistensi terhadap kegemaran makan daging, Vankomisin yang resistensi terhadap bakteri enterococcus dan methicillin yang resisten terhadap stafilokokus yang sering digunakan di rumah sakit dan lingkungan sekitarnya.

Para ahli medis mengklaim bahwa virus-virus penyebab AIDS dan hepatitis C hanya seperti puncak gunung es dan gelombangnya baru dikenali patogen sedang berjalan. Kasus-kasus lama seperti TBC, sebelumnya dikira dapat dieliminir namun kembali lagi dengan lebih kuat dan tidak lagi mudah disembuhkan padahal sebelumnya berhasil. Peningkatan kadar Glutathione (GSH) kita dalam tindakan pencegahan melawan dari gejala yang tidak menyenangkan

Sistem imunitas tubuh digunakan berbagai sel untuk melawan infeksi yang mematikan dan pengobatan lainnya juga meningkatkan kesehatan serta aktifitas daripada sel yang tergantung kepada kemampuan Glutathione (GSH).

Glutathione (GSH) merupakan pusat dari fungsi imunitas tubuh dan kadar Glutathione (GSH) yang rendah dapat ditemukan pada berbagai penyakit, terutama AIDS yang mempunyai karakteristik dengan sistem imunitas yang amat membahayakan.
Meningkatkan dan menjaga kadar Glutathione (GSH) dapat meminimalkan resiko terkena penyakit. Meskipun hanya orang-orang yang menderita sakit mengalami defisiensi kadar Glutathione (GSH) yang berat. Pada keadaan tubuh yang baik atau cukup sehat dapat memanfaatkan dari suplement Glutathione (GSH), secara khusus pada masa kini ketika kita yang sebelumnya tidak pernah terpapar racun-racun dari lingkungan dan bakteri yang resisten terhadap obat-obatan.

Tanpa diragukan lagi, cara terbaik dalam pencegahan pada bidang medis adalah mengoptimalkan sistem imun dan strategi yang penting mengoptimalkannya dengan mengkonsumsi Glutathione (GSH).