Glutera Indonesia

Valerian Root, Peran Pentingnya Dalam Mengurangi Stres, Kecemasan Dan Insomnia

Ada berbagai jenis obat herbal yang bisa mengurangi masalah fisik dan mental, salah satunya akar valerian. Tanaman valerian (Valeriana officinalis) merupakan tumbuhan yang bagian akarnya sering dimanfaatkan sebagai obat penenang oleh masyarakat Yunani kuno.

Apa itu akar valerian?
Akar valerian (Valeriana officinalis) adalah salah satu tanaman herbal yang berasal dari Eropa dan sebagian wilayah Asia. Namun, akar ini banyak ditemukan di Amerika utara
Anda bisa mengetahui akar tanaman ini dari bau khasnya yang tajam dan kurang sedap. Untuk penggunaan obat alternatif, biasanya akar ini diolah dengan cara dikeringkan. Nantinya, akar yang sudah kering digunakan sebagai teh atau suplemen serbuk, tablet atau kapsul.

Kandungan akar valerian
Manfaat yang didapat dari akar valerian tentu berasal dari senyawa minyak esensial yang terkandung. Inilah beberapa senyawa yang terkandung di dalamnya:
• Valerenic acid,
• Valepotriate,
• Sesquiterpene, dan
• Asam amino.

Berbagai Manfaat Akar Valerian
Akar valerian mengandung zat asam valerenat, yaitu zat yang dapat memengaruhi kadar gamma-amniobutyric acid (GABA) di otak. Senyawa ini dapat menghasilkan efek menenangkan, sehingga tubuh menjadi lebih rileks.
Bila dikonsumsi, akar valerian juga bisa memberikan beragam manfaat kesehatan lain, seperti:

1. Mengatasi insomnia
Akar valerian telah lama digunakan untuk mengatasi insomnia. Kandungan asam valerenat di dalamnya dapat menimbulkan efek sedatif atau perangsang tidur yang ringan, sehingga penderita insomnia dapat tidur lebih cepat dan lebih nyenyak.
Namun, meski telah digunakan sejak lama, efek akar valerian untuk mengatasi insomnia perlu diteliti lebih lanjut. Ini karena belum ada penelitian klinis yang dapat membuktikan pernyataan tersebut.

2. Mengatasi gangguan kecemasan
Kandungan asam valerenat dalam akar valerian diduga dapat mengatasi gangguan kecemasan. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa efek ini hampir mirip dengan obat penenang, seperti benzodiazepine, alprazolam, dan diazepam. Namun, pernyataan ini masih perlu dibuktikan melalui penelitian lebih lanjut.

3. Meredakan gejala menopause
Salah satu gejala menopause, yaitu hot flashes, bisa menyebabkan sensasi panas berlebih, produksi keringat terlalu banyak, dan jantung berdetak cepat. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk tidur di malam hari. Akar valerian diketahui dapat meredakan gejala ini.
Dalam sebuah penelitian, wanita menopause yang mengonsumsi akar valerian selama 4 minggu memiliki gejala hot flashes yang lebih ringan dan tidak mengalami sulit tidur dibandingkan wanita yang tidak mengonsumsinya.

4. Mengurangi gejala PMS
Sindrom pramenstruasi atau PMS dialami oleh hampir semua wanita. Beberapa gejalanya berupa perut kembung, cepat marah, kram perut, sakit kepala, sakit pinggang, payudara bengkak, dan kelelahan. Dalam sebuah penelitian, akar valerian terbukti dapat meredakan berbagai gejala PMS tersebut.

5. Hot flashes
Hot flashes adalah rasa panas yang tiba-tiba muncul tanpa sebab. Kondisi ini umumnya muncul pada wanita menopause.
Saat sudah berhenti haid, tubuh mengalami penurunan kadar hormon estrogen sehingga memengaruhi suhu tubuh.
Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Women Health (2018) menunjukkan konsumsi kapsul valerian sebesar 530 mg sebanyak 2 kali sehari selama 2 bulan berpotensi mengurangi keparahan hot flashes.
Studi ini menduga bahwa manfaat akar valerian ini berasal dari kandungan fitoestrogen. Ini adalah senyawa tanaman yang menyerupai hormon estrogen.
Jadi, studi ini melihat bahwa bahan herbal ini bisa jadi membantu menyeimbangkan kadar estrogen pada wanita menopause. Dengan begitu, hot flashes bisa berkurang

6. Meredakan gejala sindrom kaki gelisah
Manfaat lain dari akar valerian adalah meredakan gejala sindrom kaki gelisah. Sindrom kaki gelisah merupakan penyakit saraf yang ditandai adanya dorongan kuat untuk menggerakkan dan mengentakkan kaki. Kondisi ini disertai dengan sensasi tidak nyaman pada kaki, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.