Kakao merupakan asal muasal cokelat yang selama ini Anda nikmati, baik dalam bentuk batangan atau minuman. Di balik ketidakpopuleran buahnya, nyatanya ada segudang manfaat baik kakao untuk kesehatan tubuh yang mungkin tidak pernah Anda duga sebelumnya.
Kakao merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Bagian bijinya digunakan sebagai bahan utama pembuatan cokelat, salah satunya cokelat hitam. Cokelat hitam dibuat dengan cara memanggang biji kakao, lalu menggilingnya hingga halus dan menjadi bubuk kakao. Selain itu, kakao juga bisa diolah menjadi produk lain, seperti cocoa butter.
Apa itu kakao?
Kakao adalah bentuk cokelat paling murni dari yang biasanya Anda konsumsi. Kakao merupakan biji dari tanaman Theoboroma Cacao. Tanaman ini menghasilkan buah yang cukup besar dan masing-masing mengandung 20 sampai 60 biji yang diselimuti oleh daging buah berwarna putih. Tak seperti rasa cokelat yang telah diolah, buah ini memiliki rasa yang kadang manis kadang juga asam.
Selain itu, biji buah ini juga menjadi sumber lemak tak jenuh tunggal yang sangat baik untuk kesehatan. Bahkan, bijinya juga mengandung vitamin, mineral, serat, karbohidrat alami, dan protein yang baik untuk kesehatan.
Kandungan nutrisi kakao
Biji kakao mentah memiliki rasa seperti dark chocolate, tetapi agak lebih pahit. Dalam 100 gram biji kakao yang telah dihaluskan ada berbagai zat gizi yang terkandung, yaitu:
• 228 gr kalori
• 14 gr lemak
• 0 mg kolesterol
• 21 mg natrium
• 58 gr karbohidrat
• 20 gr protein
• 2 gr gula
• 33 gr serat makanan
• 13 % kalsium
• 77% zat besi
Proses pengolahan biji kakao
Setelah biji tanaman yang satu ini dipanen, ada beberapa langkah pengolahan yang akan dilakukan sebelum diubah menjadi bentuk lainnya. Berikut langkah-langkah pengolahan biji buah ini, yaitu:
Fermentasi
Pertama-tama, biji yang masih menempel dengan daging buahnya akan dimasukkan ke dalam sebuah tong yang akan ditutup rapat. Setelah itu, biji-bijian ini akan dibiarkan di dalam tong selama beberapa hari sehingga mikroba bisa memakan daging buahnya dan memfermentasi bijinya. Dalam proses ini biasanya rasa dan aroma cokelat yang khas akan mulai muncul.
Pengeringan
Setelah difermentasi, semua biji akan diangkat dan dikeringkan selama beberapa hari. Setelah kering, biji mulai disortir untuk selanjutnya disalurkan ke para pembuat coklat.
Pemanggangan
Biji yang kering ini nantinya akan dipanggang dan diolah sesuai kebutuhan. Proses pemanggangan inilah yang biasanya mulai memunculkan rasa cokelat asli yang biasa Anda konsumsi, yaitu rasa pahit.
Penghancuran
Setelah dipanggang, biji akan dihancurkan dan dipisahkan dari kulit luarnya. Ketika telah terpisah dari kulitnya, biji kakao disebut dengan istilah nibs. Nibs biasanya berukuran lebih kecil dari biji aslinya.
Penggilingan
Penggilingan menjadi proses terakhir dalam proses pengolahan biji kakao. Biji yang telah digiling akan berubah menjadi bubuk yang siap diolah menjadi berbagai produk coklat pasaran. Jika sudah digiling, bubuk kakao biasanya akan dicampur dengan berbagai bahan lain, seperti vanila, gula, dan susu.
Beragam Manfaat Kakao bagi Kesehatan
Tidak semua jenis kakao dapat memberikan manfaat untuk kesehatan. Hanya kakao murni atau cokelat hitam yang baik dikonsumsi, bukan kakao yang telah diberi perasa tambahan maupun bahan lainnya. Makin pahit dan tinggi kadar kakao dalam cokelat, makin banyak manfaatnya bagi tubuh.
1. Menurunkan tekanan darah
Kakao murni atau cokelat hitam dipercaya baik dikonsumsi oleh penderita hipertensi. Manfaat tersebut diduga berasal dari senyawa nitrogen oksida yang dapat melebarkan pembuluh darah. Manfaat ini juga didukung oleh penelitian yang mengungkapkan bahwa konsumsi cokelat hitam dapat menurunkan tekanan darah.
2. Mencegah penyakit jantung
Perannya sebagai penurun tekanan darah membuat kakao juga baik dikonsumsi untuk mencegah penyakit jantung. Selain nitrogen oksida, manfaat ini juga berasal dari kandungan antioksidan flavonoid.
3. Menambah stamina
Kakao murni merupakan sumber kalori yang baik, sehingga bisa memberikan tambahan stamina dan membuat Anda lebih berenergi saat beraktivitas. Kakao juga mengandung kafein yang dikenal sebagai stimulan alami sehingga bisa membuat Anda tetap fokus dan terjaga.
4. Mencegah pikun dan memelihara fungsi otak
Penelitian mengungkapkan bahwa antioksidan flavonoid yang terkandung di dalam kakao dapat memperlambat proses penurunan daya ingat pada orang lanjut usia. Efek ini diduga karena kakao dapat melancarkan aliran darah ke otak dan mengurangi dampak kerusakan sel otak akibat pertambahan usia.
5. Memperbaiki suasana hati
Senyawa theobromine dan kafein yang terkandung di dalam kakao dapat memengaruhi suasana hati menjadi lebih positif serta meningkatkan rasa waspada.
Zat aktif phenethylamine dalam kakao juga dapat meningkatkan produksi endorfin, yaitu senyawa kimia dalam otak yang berperan dalam melawan stres dan mengatasi perasaan murung.
6. Mencegah kanker
Kakao mengandung antioksidan yang tinggi dan bersifat antiradang. Berkat kandungan dan sifatnya tersebut, kakao dipercaya dapat mencegah pertumbuhan sel kanker dalam tubuh dan menangkal efek kerusakan sel, sehingga risiko terkena kanker pun dapat berkurang.
7. Mengendalikan gejala asma
Bubuk kakao murni dipercaya dapat mengurangi kambuhnya gejala pada penderita asma. Manfaat ini berasal dari senyawa theobromine dan theophylline yang dapat melebarkan saluran napas, sehingga bisa mengurangi gejala asma.
8. Mencegah penuaan dini pada kulit
Kakao mengandung berbagai nutrisi yang baik bagi kulit. Selain itu, senyawa kimia yang bersifat antioksidan dan antiradang juga dapat melancarkan aliran darah ke kulit. Efek ini diduga berperan dalam memperlambat kerusakan jaringan kulit akibat paparan sinar matahari dan mencegah penuaan dini pada kulit.
9. Memperbaiki gejala diabetes tipe 2
Meski konsumsi cokelat secara berlebihan tidak disarankan untuk orang dengan diabetes, nyatanya kakao memiliki manfaat yang cukup menjanjikan. Kandungan flavanol sebagai antioksidan di dalam biji coklat murni ini ternyata bisa membantu memperlambat pencernaan dan penyerapan karbohidrat di dalam usus.
Selain itu, biji coklat murni ini ternyata juga mampu meningkatkan sekresi insulin, mengurangi peradangan, dan meningkatkan kendali gula darah di dalam tubuh. Namun, memang dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan manfaat biji cokelat ini pada pengidap diabetes.
10. Menjaga kesehatan gigi dan tulang
Beberapa penelitian menemukan fakta bahwa kakao mampu mencegah gigi berlubang dan penyakit gusi. Ini karena biji coklat mengandung senyawa yang mengandung antibakteri dan senyawa yang mampu merangsang sistem imun untuk menjaga kesehatan gigi serta mulut.
Sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus dengan bakteri di mulutnya menunjukkan perbaikan kondisi. Hal ini terutama sangat terlihat pada berkurangnya lubang di gigi dibandingkan dengan yang hanya diberikan air. Akan tetapi memang belum ada penelitian khusus yang meneliti kegunaannya pada manusia.
Selain menjaga kesehatan gigi, kandungan polifenol di dalam kakao juga memberikan efek yang tak kalah berguna. Seseorang yang makan ekstrak kokoa biasanya memiliki peredaran darah di kulit yang lebih lancar. Selain itu, biji cokelat ini juga bisa meningkatkan dan memperbaiki tekstur permukaan kulit serta menjaganya tetap terhidrasi.