Glutera Indonesia

Multivitamin & Mineral, Peran Pentingnya Bagi Kesehatan Tubuh

Vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh agar berfungsi dengan baik dan menjaga daya tahan tubuh. Tubuh yang kekurangan vitamin dan mineral akan berdampak pada kesehatan dan lebih mudah terkena penyakit. Meski peran vitamin dan mineral diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh, namun masih banyak orang yang belum memahami pentingnya kedua nutrisi tersebut.

Apa itu vitamin dan mineral?
Vitamin dan mineral adalah zat gizi yang masuk ke kategori mikronutrien. Tubuh memerlukan kadar vitamin dan mineral dalam jumlah yang tidak terlalu besar.
Keduanya tentu merupakan nutrisi penting karena keduanya saling berhubungan dalam melakukan berbagai peran dalam tubuh. Meski hanya butuh sedikit, penting untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral bersamaan.

Selain vitamin D, vitamin dan mineral lain hanya bisa didapatkan dari makanan karena tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri. Pastikan Anda lebih mengutamakan asupan zat gizi ini dari makanan dan minuman daripada melalui suplemen multivitamin. Jika Anda berusaha menyeimbangkan asupan vitamin dan mineral dari suplemen, berkonsultasilah dengan dokter agar asupannya tidak berlebihan.

Jenis vitamin dan mineral
Beberapa jenis vitamin yang dikenal adalah:
Vitamin A, C, D, E, K,
Vitamin B, termasuk thiamin (B1), riboflavin (B2), niacin (B3), asam pantotenat (B5), piridoksal (B6), kobalamin (B12) , biotin, dan asam folat/folat.

Sementara, jenis mineral terdiri dari:
Kalsium,
Fosfor,
Kalium,
Natrium,
Klorida,
Magnesium,
Zat Besi,
Seng Atau Zinc,
Yodium,
Belerang (Sulfur),
Kobalt,
Tembaga,
Fluorida,
Mangan,
Selenium.

Manfaat vitamin dan mineral untuk tubuh

Selain mampu menjaga kondisi tubuh tetap prima, berikut ini berbagai manfaat vitamin dan mineral lainnya untuk kesehatan.
1. Memproduksi sel-sel baru
Kelompok vitamin B terbukti membantu memperbanyak sel dengan cara menghasilkan DNA baru pada tubuh. Sementara itu, zinc membantu memproduksi sel-sel baru. Dengan cara kerja ini, vitamin dan mineral akan membantu regenerasi sel.
Selain itu, vitamin C membantu memproduksi kolagen. Kolagen ini berperan penting untuk menghasilkan fibroblas atau sel-sel otot, kulit, dan organ tubuh.

2. Mempercepat penyembuhan luka
Zinc bisa meningkatkan kesehatan kulit dan memperbaiki lapisan membran, mempercepat pembekuan darah, dan membantu pembentukan lapisan jaringan tubuh. Melansir jurnal Current Chemical Biology, mineral tembaga juga membantu luka agar cepat sembuh. Tembaga meningkatkan kadar kolagen dan elastin agar membentuk sel fibroblas baru.
Selain itu, vitamin C dan K dapat membantu memulihkan luka dengan cara meningkatkan kolagen serta membekukan luka.

3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Beberapa vitamin dan mineral yang berperan penting menjaga kekebalan tubuh adalah vitamin A, C, D, E, zat besi, dan zinc, berikut fungsinya.
Zat besi: membantu menjaga komponen enzim penting pada sistem imun.
Vitamin A: mencegah dari infeksi pada permukaan tubuh.
Vitamin C: memproduksi sel darah putih dan pembentukan antibodi.
Zinc: mempercepat penyembuhan luka sehingga tidak rentan terkena infeksi.
Vitamin D: merusak protein virus dan bakteri jahat.
Vitamin E: bekerja sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan radikal bebas.

4. Menyusun dan memperkuat tulang
Kalsium, magnesium, fosfor, dan vitamin D adalah vitamin dan mineral utama untuk menjaga kesehatan tulang. Vitamin D membantu penyerapan kalsium pada usus. Sementara itu, vitamin K membantu menjaga tulang agar tetap padat dan tidak mudah patah. Kalsium, magnesium, dan fosfor berperan penting untuk menjaga kepadatan tulang.
Efeknya, tulang pun lebih kuat dan risiko patah tulang dan osteoporosis berkurang. Kalium juga berperan penting untuk kesehatan tulang. Bila kadar kalium rendah, jumlah kalsium di dalam tubuh ikut berkurang.

5. Menjaga metabolisme tubuh
Seluruh jenis vitamin B berperan dalam menjaga metabolisme energi. Multivitamin B bekerja mengatur enzim yang berperan dalam penggunaan dan penyimpanan energi.
Mineral, seperti mangan dan yodium, membantu memetabolisme karbohidrat dan kolesterol agar bisa digunakan atau disimpan di dalam tubuh. Mineral pada tubuh juga penting untuk membangkitkan energi pada tubuh.

6. Menurunkan risiko serangan jantung
Multivitamin yang mengandung kombinasi dari vitamin C, vitamin E, dan asam folat, memiliki potensi untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung.
Meski demikian, beberapa penelitian lain justru menunjukkan hasil yang berbeda. Penelitian tersebut menyatakan bahwa mengonsumsi multivitamin tidak dapat menurunkan risiko seseorang dari penyakit jantung, serangan jantung, atau stroke.

7. Mencegah terjadinya kanker
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa konsumsi multivitamin diketahui dapat mengurangi risiko terjadinya kanker, termasuk kanker kolorektal atau kanker usus besar. Multivitamin yang kerap mengklaim manfaat tersebut biasanya mengandung vitamin D serta kombinasi dari vitamin A, vitamin C, vitamin E, asam folat, dan zat besi.
Di sisi lain, beberapa penelitian yang berbeda menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara multivitamin dengan kanker. Sebaliknya, konsumsi beberapa jenis multivitamin secara berlebihan justru dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kanker.

8. Meningkatkan daya ingat
Konsumsi multivitamin yang mengandung vitamin B, vitamin E, serta omega-3 secara teratur dikaitkan dengan peningkatan daya ingat yang juga dapat mencegah pikun pada lansia. Bahkan, beberapa studi juga menunjukkan potensi manfaat multivitamin untuk meningkatkan suasana hati dan mengurangi gejala gangguan kecemasan.
Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan klaim manfaat multivitamin dengan peningkatan daya ingat dan suasana hati.

9. Membuat kulit tampak awet muda
Tidak sedikit orang mengonsumsi multivitamin yang mengandung kombinasi dari vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, vitamin E, seng, omega-3, serta kolagen, untuk mencegah munculnya keriput maupun membuat kulit sehat dan tampak awet muda. Meski begitu, manfaat ini nyatanya tidak bisa didapatkan oleh semua orang.